Sahabat
Seorang anak bernama Muhammad Ari atau yang biasa dipanggil Ari tinggal di daerah Jawa Barat tepatnya di Desa Flamboyan. Ia bersekolah di SD Negeri 05 Pagi. Ari merupakan salah satu murid yang berprestasi di sekolahnya. Ia dikenal sebagai anak yang rajin, baik, ramah, penyabar, dan pintar oleh para tetangga, para temannya, dan para guru di sekolahnya.
Pada saat Senin pagi, Ari berangkat ke sekolah bersama para sahabatnya. Mereka adalah Tono, Udin, Sausan, dan Salwa. Mereka telah bersahabat sejak masih kecil. Sesampainya di sekolah, mereka langsung duduk di tempatnya masing masing. Tak lama kemudian Bu Tati masuk ke kelas.
"Selamat pagi anak - anak," sapa Bu Tati sambil berjalan masuk ke kelas.
"Pagi bu," sahut para murid dengan kompak.
Bu Tati masuk dengan seorang anak laki laki yang mengikutinya dari belakang. Tono menanyakan tentang nama anak yang dibawa oleh Bu Tati tersebut. Bu Tati mempersilahkan anak yang dibawanya untuk memperkenalkan dirinya kepada teman teman barunya.
"Perkenalkan nama saya Egy Maulana Vikri, saya berasal dari Jakarta. Sekolah saya sebelumnya yaitu SD Negeri Garuda," kata egy dengan lantang dan percaya diri.
"Baiklah Egy semoga kamu senang dan nyaman ya sekolah disini," ucap Bu Tati.
Egy menjawabnya dengan sebuah senyuman, yang menandakan bahwa ia juga mengharapkan apa yang Bu Tati harapkan. Setelah itu, Egy dipersilahkan duduk di tempat yang masih kosong, tepatnya duduk di sebelah Ari. Ari pun menerima kedatangan Egy dengan bahagia. Mereka menyimak dengan sangat serius apa yang dijelaskan oleh para guru yang mengajar di kelas mereka.
Saat bel jam pelajaran berakhir Ari, Tono, Udin, Egy, Sausan, dan Salwa memilih untuk tidak langsung pulang ke rumah. Mereka memilih untuk makan siang terlebih dahulu di warung mie ayam langganan mereka yang jaraknya tidak jauh dari sekolah. Tetapi Sausan tidak ikut dengan mereka karena ia ingin membantu ibunya berjualan di rumah.
Setelah mereka selesai makan, mereke memutuskan untuk kembali pulang ke rumah masing masing dan bertemu kembali di sekolah pada esok hari. Keesokan harinya, mereka berenam berangkat sekolah bersama. Tetapi, pada saat perjalanan menuju sekolah mereka menjumpai seorang nenek yang barang dagangannya terjatuh di jalan. Tanpa berpikir panjang, mereka pun langsung menolong nenek tersebut.
Nenek tersebut mengucapkan terima kasih kepada mereka dan mendoakan agar mereka menjadi anak - anak yang berguna bagi semua orang. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke sekolah. Mereka datang tepat sebelum guru yang mengajar masuk kelas. Mereka menyimak pelajaran yang diberikan dengan serius seperti biasanya.
Setelah belajar lebih kurang selama 3 bulan, mereka akan menghadapi Ulangan Tengah Semester (UTS). Saat ulangan mereka berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik. Terutama bagi Ari dan Egy. Mereka berdua merupakan siswa yang berprestasi. Persaingan ini membuat persahabatan mereka berdua semakin erat.
Setelah UTS selesai mereka berenam merayakannya dengan makan bakso langganan mereka walaupun hasilnya belum mereka ketahui. Mereka sangat menikmati bakso yang mereka makan.
Sausan berkata, "Wah emang gak salah pilih ya kita langganan makan bakso disini."
"Emang gak ada duanya deh bakso Pak Bejo ini," sahut Tono.
"Kenyang juga ya makan bakso segini aja," ucap Egy.
"Kamu segini aja udah kenyang, gimana kalo diajak makan warteg, ucap Tono dengan nada bercanda.
Setelah mereka beristirahat sejenak sehabis memakan bakso, mereka berjalan pulang menuju rumah masing masing. Saat di perjalanan pulang, mereka saling bercanda satu sama lain. Nampaknya persahabatan mereka semakin erat.
Saat Hari Senin telah tiba, mereka berangkat ke sekolah tanpa Ari. Ari tidak berangkat bersama para sahabatnya karena ia ingin membantu ibunya terlebih dahulu. Setelah selesai membantu ibunya, Ari langsung berangkat ke sekolah.
Pada saat di sekolah, Bu Tati memberitahu bahwa pembagian raport bayangan akan dilaksanakan pada hari jumat. Ari, Tono, Udin, Egy, Sausan, Salwa tidak sabar untuk mengetahui hasil belajar mereka selama setengah semester.
Setelah jam pelajaran berakhir, seperti biasa mereka pergi ke warung bakso langganan mereka. Mereka asyik bercanda satu dengan yang lainnya.
'Wah kayaknya ada yang bakal geser posisi Ari jadi juara bertahan nih," kata Salwa dengan nada bercanda.
Ari membalas, "Kayaknya harus dipikir dulu deh hahaha."
"Kita lihat saja nanti pada saat pembagian raport bayangan," tambah Udin. Setelah mereka makan sambil bercanda ria, mereka semua memutuskan untuk pulang bersama dan kembali ke rumah masing masing.
Saat yang mendebarkan telah tiba. Bu Tati menyebutkan siswa yang mendapat ranking atau peringkat di kelas. Bu Tati berkata, Peringkat ketiga diraih oleh Salwa, peringkat kedua diraih oleh Ari, dan Peringkat pertama diraih oleh Egy. Tepuk tangan turut meramaikan pembacaan urutan peringkat yang dibacakan langsung oleh wali kelas mereka Bu Tati.
Semua murid yang ada di kelas beserta wali murid mengucapkan selamat kepada para juara kelas, terutama para sahabat mereka yang selalu mendukung dan percaya jika sahabatnya tersebut akan menjadi juara kelas
Tetapi kesenangan tersebut buyar setelah Ari mendapat kabar bahwa ayahnya mengalami kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Ari dan Ibunya langsung bergegas menuju rumah sakit tersebut bersama para sahabatnya. Ari dan Ibunya sangat khawatir dengan kondisi Ayah.
Sepanjang perjalanan mereka berdua selalu berdoa untuk keselamatan Ayah. Para sahabat Ari berusaha menenangkan Ari dan Ibunya. Sesampainya di rumah sakit tempat ayah Ari di rawat, Ibu Ari langsung menanyakan dimana ruangan tempat ayah Ari berada.
"Suster saya mau tanya pasien yag tadi dibawa karena kecelakaan di tempatkan di ruanagn mana?" Tanya ibu Ari dengan nada cemas.
Suster menjawab, "pasien yang tadi dibawa karena kecelakaan sekarang berada di ruang UGD."
"Terima kasih suster," kata Ibu Ari.
Mereka langsung menuju ke ruang UGD dengan terburu buru. Sesampainya di depan ruang UGD, Ari dan Ibunya langsung masuk ke ruangan tersebut untuk mengetahui keadaan ayahnya. Sementara para sahabatnya menunggu di depan ruang UGD. Ari dan Ibunya merasa lega karena melihat keadaan Ayah yang baik baik saja.
Setelah itu Ari keluar menghampiri para sahabatnya, sementara Ibunya menemani Ayah di dalam. Para sahabatnya menanyakan baimana keadaan sang ayah.
"Ri gimana keadaan ayahmu?" Tanya Sausan.
"Alhamdulillah keadaan ayahku baik baik saja. Ayahku hanya memar saja di bagian kaki dan tangannya." Kata Ari
"Syukurlah kalau keadaan ayahmu baik baik saja." Balas Egy.
Setelah mengetahui keadaan ayah Ari baik baik saja, para sahabatnya berpamitan kepada Ari dan ibunya Agar tetap sabar dalam menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah dan semoga ayah Ari lekas sembuh.
Komentar
Posting Komentar