Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Api Abadi

Tepat 100 hari menuju Asian Games 2018 obor ajang olahraga paling besar di Asia ini diperkenalkan. Obor ini hasil perpaduan antara budaya Jakarta dan Palembang. Desain ini merupakan perpaduan dua alat bela diri Betawi, yakni golok dan Palembang yakni skin. Desain ini mencerminkan semangat untuk terus mengasah diri dan melambangkan persatuan. Obor ini memiliki tinggi 600 mm dan lebar 35 - 90 mm, dengan berat 1600 gram. Obor Asian Games 2018 mendarat di Landasan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Selasa (17/7/2018). Menempuh perjalanan 7.300 km dari India, obor tersebut dikawal lima pesawat tempur T-501 Golden Eagle.  Atlet bulutangkis Susi Susanti dipercaya untuk membawa api obor Asian Games 2018 dari India ke Indonesia. Meskipun ada sedikit kendala saat akan dibawa menggunakan pesawat, tetapi semuanya dapat diatasi.  Setelah diinapkan semalam di Museum Dirgantara Mandala, api obor kemudian akan dipadukan dengan api abadi asal Merapen, Jawa Tengah di Candi Prambanan, Rabu (18/7/20...

Mengapa Memilih SMA 68

     Saya Fahar Labib Zakhori dari SMPN 1 Jakarta. Kenapa si pilih SMAN 68 Jakarta? Awalnya saya tidak kepikiran sama sekali untuk masuk ke SMAN 68 ini, karena berbagai alasan.      Dilihat dari tahun - tahun sebelumnya, nilai para pendaftar SMAN 68 selalu tinggi. Awalnya saya merasa pesimis bisa masuk kesini, tapi karena tahu kalau saya bisa masuk ke SMAN 68 ini melalui jalur lokal saya agak merasa yakin untuk mendaftar. Kedua orang tua dan guru di SMP pun menyarankan untuk masuk ke SMAN 68 ini. Selain itu, kuota jalur undangan untuk masuk ke PTN juga sangat banyak dibanding SMA lain di Jakarta.      Setelah menunggu satu bulan untuk tahu nem, akhirnya tanggal 25 Mei saat yang ditunggu tiba. Alhamdulillah saya dapat nem 359,5. Tadinya saya agak ragu buat masuk ke 68, tapi karena dukungan dari orang tua akhirnya saya daftar di 68.      Alhamdulillah saya diterima di SMAN 68 ini, pas tahu diterima disini s...